Sakit-sakitan Akibat Jarang Dibelai

PERINGATAN buat para suami. Isteri itu tak cukup diberi nafkah lahir. Tapi juga batin. Begini kisahnya. Sebut saja Ibu Sinta. Datang menjumpai saya. Ia datang ditemani suaminya Pak Rudi.

Bu Sinta mengalami keluhan sesak nafas, nyeri dada, dan asam lambung. Sakitnya ini sudah dialami sejak tahun 2000. Sepuluh tahun terakhir kondisinya semakin menjadi.

Ibu Sinta sudah melakukan beragam pengobatan. Mulai dari dokter spesialis, ruqyah, psikolog, psikiater, orang pinter, herbal dll. Namun, kondisinya belum juga pulih.

Bu Sinta meminta suaminya belajar hipnoterapi. Pak Rudi rela belajar ke luar kota. Dengan harapan bisa menterapi isterinya. Namun Pak Rudi tak mampu mengaplikasikan ilmunya.

Singkat cerita Bu Sinta akhirnya jumpa saya. Sesi terapi berlangsung sekitar 3 jam. Setelah masuk dalam kondisi hipnosis yang dalam (profound somnambolism). Saya menggunakan teknik ego personal therapy (EPT). Tujuannya memanggil bagian diri Bu Sinta yang membuat Bu Sinta sakit sesak nafas dan asam lambung.

EPT ini mengaku membuat Bu Sinta sakit-sakitan karena hidup Bu Sinta tak bahagia. Marah dan kecewa dengan suaminya.

Ternyata sejak menikah Pak Rudi jarang memberikan nafkah batin. Apalagi sejak Ibu Sinta sakit. Pak Rudi semakin tak tega mendekati isterinya. Sebaliknya. Bu Sinta berharap mendapat perhatian dan sentuhan suaminya.

Singkat cerita semua emosi negatif dialami Bu Sinta saya realease. Selain itu bagian diri yang konflik sudah berhasil didamaikan.

Saya sampaikan kepada pasangan suami isteri tersebut. Sesungguhnya kita tak penting mencintai pasangan kita. Yang utama bagaimana pasangan kita merasa dicintai.

Cara mudah membuat pasangan merasa dicintai adalah dengan mengenal bahasa cintanya. Nah, kemudian berikan sesering mungkin kepada pasang kita.

Ada 5 bahasa cinta manusia. Pertama kata-kata pujian. Kedua sentuhan fisik. Ketiga waktu berkualitas. Keempat hadiah. Kelima layanan.

Bu Sinta mengaku sangat berharap mendapat belaian atau pelukan. Namun, sejak menikah hal itu jarang ia dapatkan. Suaminya lebih banyak menghabiskan waktu dengan kerjaannya.

Selain itu Bu Sinta merasa senang jika diberi kejutan atau hadiah. Namun, sejak menikah ini tak pernah didapatkan lagi. Saat pacaran Bu Sinta sering mendapatkan hal tersebut dari Pak Rudi.

Kepada Pak Rudi saya menyarankan untuk memberikan 5 vitamin cinta tersebut. Tapi dari 5 itu, sentuhan fisik dan hadiah yang harus lebih sering diberikan kepada Bu Sinta. Saya menunggu perkembangan hasil terapi Bu Sinta.

Yang jelas bagian diri Bu Sinta yang membuat Bu Sinta sakit-sakitan memberi toleransi seminggu kepada Pak Rudi untuk berubah. Jika Pak Rudi juga tak berubah maka ia akan membuat Bu Sinta sakit-sakitan kembali.

Yang jelas pasca hipnoterapi, sesak nafas dan nyeri lambung Bu Sinta hilang. Saya meminta Bu Sinta memberikan report setelah sepekan jumpa saya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *