Menunggu Balasan Tuhan

SEORANG sahabat mengeluh “Pak Eko saya sudah sedekah, shalat 5 waktu, shalat malam, shalat dhuha, puasa, berbuat baik, tapi mengapa kok belum ada balasannya. Pokoknya nggak ngefek deh. Kalaupun ngefek nggak terlalu nendang. Ini sesuai dengan buku yang pernah saya baca tentang sedekah.”

Sebelum meneruskan artikel, saya ingin bertanya apakah masalah sahabat ini juga dialami Anda? Kalau tidak, saya ucapkan selamat. Kalau Anda juga mengalami, segeralah kembali ke jalan yang benar. He he he….becanda…becanda.

Kembali ke laptop. Sedekah, derma, donasi, apapun namanya adalah merupakan perbuatan mulia. Efek dari melakukan hal tersebut sangat positif. Dari kacamata Agama perbuatan ini akan mendapat balasan berlipat-lipat. Dari kaca mata ilmiah, sedekah, derma, donasi, akan memberikan efek kebahagian bagi pelakunya.

Yang terang bersedakah berharap imbalan itu boleh dan baik. Sedekah nggak terang-terangan alias ikhlas Lillahitaala keren banget. Sebab esensi hidup sebenarnya adalah bukan seberapa besar yang kita dapatkan selama hidup di dunia. Namun seberapa besar yang kita kembalikan ke alam semesta sebelum kita meninggalkannya.

Nah, yang nggak baik dan nggak keren adalah terang-terangan nggak sedekah. He… he… he…Pertanyaanya, mengapa setelah kita berbuat baik kepada orang lain “kesannya” nggak tampak balasannya? Jangan panik, gundah, sedih, kecil hati, dongkol, kesel, apalah namanya yang lain. Perlu dipahami di bumi ini ada ratusan mungkin ribuan hukum yang berlaku hasil karya Tuhan YME. Salah satu hukum itu adalah hukum kekekalan energi (HKE).

Hukum ini menjelaskan bahwa energi di bumi ini jumlahnya tetap. Artinya energi itu tidak diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Yang ada adalah energi tersebut berubah bentuk. Contohnya air berubah menjadi uap, uranium menjadi bom, listrik menjadi tenaga gerak dll. Ilmu fisika menyebut energi sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau aktivitas. Energi ada di sekitar kita walapun tidak bisa dipegang atau dilihat. Energi berwujud dalam bentuk cahaya, panas, suara, listrik, kanikal, kemikal, elektromanetik dll.

Siapapun orangnya tak terelak dengan HKE. Semua energi yang masuk ke dalam tubuh akan kita salurkan dalam bentuk yang berbeda-beda. Yang pasti jumlah energi yang masuk dan keluar itu jumlahnya sama. Nah, kalau sudah begini maka yakin saja energi yang sudah kita keluarkan maka kembalinya akan sama. Artinya kalau keluarnya 100 maka kembalinya 100. Begitu juga saat kita sedekah Rp1 juta maka kembalinya juga pasti Rp1 juta. Nggak bisa lebih atau nggak bisa kurang? Tidak bisa.

Ingat prinsip HKE. Energi itu hanya berubah bentuk. Artinya kalau kita sedekah Rp1 juta maka kembalinya ya Rp1 juta. Kalau tiba-tiba kembalinya Rp500 ribu, maka sisanya adalah berubah dalam bentuk energi lain. Bisa jadi dalam bentuk mobil, hidup merasa bahagia, badan sehat, terlindung dari bahaya, naik pangkat, sembuh sakit, bertambah pengetahuan, bertemu sahabat yang baik dll. Umumnya orang menyebut balasan kebaikan.

Dalam ilmu fisika energi tak selamanya mewujud dan dampaknya terasa langsung. Energi bisa tersimpan dalam bentuk energi potensial (potential energy). Contohnya air di dalam bendungan. Dalam bendungan air tidak bergerak dan tidak ngapa-ngapain. Tapi saat bendungan dibuka, air dalam bendungan mampu menggerakan turbin-turbin pembakit listrik.

Nah, kalau Anda sedekah Rp1 juta dan kembalinya Rp500 ribu maka yakin saja Anda masih punya simpanan energi potensial Rp500 ribu. Balasannya seperti disebutkan di atas tadi. Jadi, kalau sudah melakukan kebaikan lupakan saja. Ikhlas maupun tidak ikhlas pasti porsi balasannya jelas. Kalau belum dibalas, tandanya Anda harus kembali ke jalan yang benar. He he he.

Perlu diingat energi potensial bersifat netral. Artinya saat Anda menyebar energi negatif maka simpanan energi potensial anda negatif sebanyak yang anda sebar. Begitu sebaliknya.

Selamat Tahun Baru 2020. Semoga Hidup Kita
Semakin Sukses, Bahagia, dan Selalu Beruntung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *