Hipnosis dan Penipuan

TADI malam saya main musik. Bareng teman jurnalis. Di studio musik Heri Fauzi. Yang mantan Ketua KPU Kota Bandarlampung itu.

Seru banget. Hampir seluruh genre musik dimainkan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB. Penampilan terakhir ditutup dengan lagu Dewa 19; Aku Milikmu.

Keseruan berlanjut di teras depan. Saya dipaksa bermain stage hypnosis (hipnosis hiburan). Sekaligus memberikan terapi. Subjek dan kliennya dua tim Pak Heri. Adit dan Lusi.

Adit pada pobia dengan kucing. Sejak umur 7 tahun. Saya hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit membantu Adit.

Sebelumnya saya mensugesti Adit jumpa artis idolanya. Adit mengalami positif halusinasi. Ia mengganggap rekan kami Taufik sebagai artis idolanya.

Seorang rekan bertanya apakah semua orang bisa dihipnosis. Saya katakan bahwa semua orang bisa dihipnosis. Kuncinya mau dan bersedia. Sebab kondisi hipnosis itu dialami setiap orang setiap hari.

Hipnosis itu saat gelombang otak seseorang berada di kondisi Alfa atau Theta. Dua gelombang ini dialami saat seseorang rileks, menjelang tidur, bangun tidur. Atau mengantuk usai makan siang. Bisa juga saat sedang bengong atau melamun.

Rekan ini melanjutkan pertanyaan. Apakah setiap orang bisa menjadi subjek stage hypnosis. Seperti yang terlihat di acara hiburan tv. Atau yang saya baru demokan tadi.

Saya katakan secara teori tidak bisa semua orang bisa menjadi subjek stage hypnosis. Perlu diketahui ada dua tipe sugestibilitas manusia. Pertama Psychal Sugestibility dan Emotional Sugestibility.

Nah, hanya mereka memiliki tipe Psychal Sugestibility yang bisa menjadi subjek stage hypnosis. Sedangkan tipe Emosional Sugestibility sangat sulit. Sebab tipe orang ini sangat analitical atau kuat menganalisa. Untuk membedakan apakah seseorang tipe Psychal atau Emotional harus dilakukan uji sugestibilitas.

Jadi sebelum syuting, subjek harus diuji dulu tingkat sugestibilitasnya. Tak ujug-ujug syuting kemudian dihipnosis dan mengikuti perintah hipnotis (orang yang melakukan hipnosis). Sampai sini sudah jelas?

Oo iya. Rekan ini masih penasaran. Dia mengajukan pertanyaan pamungkas. Apakah benar ilmu hipnosis bisa digunakan untuk memperdaya orang lain? Atau untuk kejahatan?

Saya katakan dengan rekan ini kalau hipnosis bisa untuk seperti itu saya setiap hari main ke bank. Saya hipnosis pegawai bank untuk menyerahkan uangnya kepada saya. Atau sekalian saya hipnsosis Gubernur BI untuk mentransfer uang ke rekening saya.

Saya katakan kejahatan di jalan, mall, pasar, di jalan atau di tempat umum, itu murni penipuan. Pelakunya biasanya lebih dari satu orang. Pelaku berusaha mengalihkan perhatian korban. Setelah korban lengah maka diambil barang berharganya.

Sekedar diketahui filter pikiran (logika) manusia melemah saat mendapat kabar gembira atau kabar duka. Coba anda perhatikan setiap pelaku kejahatan penipuan–yang katanya menggunakan hipnosis—selalu mengalihkan pikiran korban. Dengan mengiming memberikan barang antik, barang keramat, atau menjanjikan kesembuhan, ancaman dll. Intinya bagaimana logika korban benar-benar hilang.

Saat kejadian korban itu sangat sadar. Tahu wajah pelaku. Mendengar perintah pelaku. Termasuk menyerahkan barang berharganya. Setelah kejadian korban kemudian lapor polisi. Korban mengaku baru saja menjadi korban hipnotis.

Jadi gampang menghindari kejahatan hipnosis di jalan atau di pasar. Sebelum ke luar rumah anda pagar diri. Pertama berdoa. Mohon perlindungan kepada Tuhan. Kedua katakan kepada diri sendiri bahwa tidak mau dihipnosis oleh siapapun. Untuk kepentingan kejahatan.

Seperti diketahui hipnosis bisa terjadi ketika subjek bersedia dan mau. Begitu sebaliknya. Anda harus tetap bersedia dihipnosis. Tapi berhubungan dengan terapi. Sebab setiap orang memiliki potensi mengalami gangguan kejiwaan dan emosi. Salah cara untuk mengatasinya dengan hipnosis. Lebih tepatnya hipnoterapi. Jadi rugi jika kita mengunci diri untuk tidak bisa dihipnosis untuk semua kepentingan.

Seperti diketahui secara umum manfaat hipnosis itu ada 5. Antara lain hipnoterapi, stage hypnosis (hiburan), hypnonastesi (medis/pembiusan), forenichypnosis (kepolisian/mengorek keterangan), dan hypnosis metafisika.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 00.10 dinihari. Kami berpamitan pulang. Yang jelas Adit sudah berani pegang kucing. Oo iya kalau Lusi minta dibantu terapi agar bobot tubuhnya ideal (hypnosliminng).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *