Dua Jenis Bahagia

AKHIR pekan lalu saya memberikan seminar Holistic Succes kepada karyawan perusahaan konsultan pendidikan milik seorang rekan. Disela penyampaian materi, seorang peserta bertanya “Pak Eko bagaimana agar hidup selalu bahagia.” Saya tak langsung menjawab pertanyaan peserta ini. Sebab setiap orang biasanya memiliki syarat tertentu untuk bisa bahagia.

Saya kemudian balik bertanya apa yang bisa membuat hidupnya bahagia? “Kalau saya sih nggak muluk-muluk Pak Eko. Saya merasa bahagia kalau bisa selalu bersama ibu. Selama merantau saya selalu merasa sedih. Apalagi saat pulang kerja. Saya selalu kepikiran dengan ibu,” tegas peserta ini.

Sementara peserta lain merasa bahagia kalau punya uang banyak, bisa membahagiakan orang lain. Ada lagi yang mengatakan kalau sudah naik haji, kalau tak punya musuh, memiliki banyak kawan dan alasan lainnnya. Banyak orang bertanya bagaimana hidup bahagia? Tergantung. Sebab bahagia itu ada dua jenis. Pertama, bahagia pakai alasan atau syarat tertentu. Seseorang bisa merasa bahagia jika alasannya terpenuhi. Contohnya memiliki uang dengan jumlah tertentu, memiliki jabatan, memiliki rumah, memiliki anak, liburan, kondisi tertentu dan lain sebagainya. Kedua, bahagia tanpa alasan atau tanpa syarat apapun. Orang bisa bahagia apapun kondisinya. Sebab bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya. Nih buktinya:

– Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
– Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
– Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.
– Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
– Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Bolehkah bahagia pakai syarat? Tentu boleh. Tapi ada konsukensinya. Jika, syaratnya tak terpenuhi maka selama itu kita tidak merasa bahagia. Idialnya, bahagialah tanpa alasan atau syarat apapun. Untuk bisa bahagia cukup sederhana. Apa itu? bersyukur apa yang dimiliki sekarang. Saat kita tidak bisa menikmati apa yang dimiliki sekarang—sebanyak apapapun harta yang dimiliki–maka kita tidak bahagia. Kesengsaraan akan dialami saat kita bimbang apa yang belum kita miliki. Idialnya, bahagia itu tanpa syarat. Sebab kebahagaian itu merupakan sebuah keputusan yang bisa kita ambil saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *